Rabu, 19 November 2014



Assalamu Alikum Wr Wb
Yang  Terhormat ……………….
Yang Terhormat………………..
 Saya Atas nama AHMAD TAKBIR ABADI


Sebelum saya memulai untuk memberikan sebuah pidato, saya ingin mengajak kalian semua untuk bersyukur kehadirat Allah yang maha kuasa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang diberkati ini. Dan juga saya tidak lupa untuk memanjatkan sholawat dan salam untuk nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari jaman kegelapan ke zaman yang terang benerang seperti yang kita nikmati sekarang.

Hadirin yang Saya hormati

Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan keluh lesuhnya yang sudah lelah menggelengkan kepala saya terhadap teman-teman dan para manusia yang tidak peduli sama sekali peduli dengan lingkungan.

Saya tak tau , sadar atau tidaknya para teman-teman  dan manusia sekalian, coba kita pikir dan gunakan otak  sadar kita , kita yang merasa manusia bergantung pada lingkungan, kita minum pada air,kita makan bersumber pada lingkungan ,kita bernafas  ,tersenyum,dan tertawa bergantung pada lingkungan.
oleh karena itu lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita. Dan mahluk hidup  maupun mahluk mati itu pasti menjadi pengemis terhadap lingkungan.

saya berdiri di sini tak sekedar untuk bersaing , tak sekadar untuk berlomba ,dan memasang muka di hadapan  kalian semua. Lihatlah kelakuan kita saat ini tak ada yang mau mendengar dan semuanya mau  di dengar , ini adalah hal yang sangat mistis. Beberapa tahun kebelakang, tentunya kita pernah mengalaminya sendiri ketika hidup terasa hijau karena masih banyak pohon yang terdapat di lingkungan kita. Tetapi lihat lah sekarang, pohon-pohon itu telah berkurang dan nyaris tiada.

tentunya kita pernah mengalaminya sendiri ketika kita bisa bernapas lebih dalam tanpa ada bau polusi yang menyerbak menyakiti paru-paru kita. Tetapi bernapaslah sekarang, udara nan sejuk-bersih itu telah terkontaminasi dan di perkoasa oleh asap dan polusi. Kesejukan udara yang dulu akrab dan sahabat dengan hidung kita, kini terganti dengan bau busuk polusi sumber dari moderenisasi yang tidak bersahabat dengan lingkungan.

Beberapa tahun kebelakang, tentunya kita pernah mengalaminya sendiri ketika setiap langkah yang kita tempuh, terlihat bersih tanpa adanya sampah yang merusak pandangan mata. Tetapi melangkah lah sekarang, tanah yang dulu bersih nan subur sekarang tertimbun sampah busuk yang sudah seperti teman di setiap perjalanan.


dengan bebarapa hal yang sudah kita jalani . kita harusnya belajar dari sebuah pengalam yang buruk.dan harus yakin bahwa pengalam adalah guru terbaik , jika kita berbicara Soal pengalaman Masa muda kita belajar; masa tua kita seharusnya sudah tahu.

Hadirin Yang Terhormat
 
Zaman ini adalah zaman munafik. Jika Tuhan bisa perintahkan Alam untuk menggelengkan kepalanya. Kalaian akan melihat betapa kecewa Alam ini. Apakah kalian tak sadar? Alam Sudah bosan Bersahabat dengan Manusia . dengan Enggannya Alam. kita sudah melihat bencana Alam di mana-mana ? sama halnya dengan yang ada di kota maros. Setiap tahun banjir menggenangi kota
ini tentunya sebuah peringatan.

Hadirin Yang terhormat
Masih banyak yang Orang-orang munafik yang mengatas namakan Tuhan. Apa kah ini adalah pencitraan? Apakah ini hanya semata-mata karena Pujian? . Sekarang banyak sekali siswa yang sangat bodoh dengan apa yang dia lakukan. Tak hanya siswa, Guru,Polisi,bahkan pejabat masih  banyak kok yang tak  peduli lingkunga! Sangat-Sangat Mistis . Itu kan namanya Penjilat , pengucut , munafik  atau ,menusuk diri sendiri . Inilah kehidupan, dimana Alam menunggu Takdir Nya untuk  Menghancurkan manusia

Sebaiknya kita sadar sedikit  untuk paham dengan Alam. Alam Tak banyak yang dia ingin kan. tapi rasa hormat dan perlakuanlah yang dia ingin kan.  Sadar ,Sadar dan Sadar  Cintailah Ala mini sebagiamana kita Mencintai Masa depan kita. Terima kasih banyak atas perhatiannya, mohon maaf jika ada salah kata.